apakah biaya operasi caesar ditanggung bpjs

Apakah Operasi Caesar Ditanggung BPJS? Simak Ulasan Berikut Ini

Apakah Operasi Caesar Ditanggung BPJS? Pertanyaan tersebut seringkali muncul dikepala ibu hamil yang terutama ibu yang usia kehamilannya akan memasuki usia melahirkan.

Tentu saja banyak ibu menginginkan proses melahirkan secara normal, akan tetapi ada beberapa kondisi yang mengharuskan ibu harus melahirkan melalui proses operasi caesar, kondisi tersebut utamanya adalah yang langsung berhubungan dengan kesehatan ibu.

Tentu saja salah satu hal yang menjadi pertimbangan utama ketika akan melakukan proses melahrikan secara caesar adalah mengenai masalah biaya, karena biaya operasi caesar pada tahun 2018 dan 2019 bisa mencapai angka 13-15 juta rupiah.

Angka tersebut adalah angka yang cukup banyak, terutama untuk masyarakat kelas menengah, dengan adanya kenyataan tersebut sebagai ibu tentu selalu bertanya:

“Apakah Biaya Operasi Caesar Masih Ditanggung Oleh BPJS?”

Bagi para peserta jaminan kesehatan BPJS, sudah barang tentu mengharapkan bahwa segala masalah biaya kesehatan bisa tercover oleh BPJS, terlebih mengenai soal melahirkan.

Dilansir dari Liputan6.com, Humas BPJS Kesehatan Kantor Pusat menjawab, bahwa:

selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta operasi caesar tersebut dilakukan berdasarkan indikasi medis yang jelas dari dokter, maka BPJS Kesehatan dapat menjamin biayanya.

Bunda juga harus memastikan jika kartu peserta JKN-KIS aktif dan bawa serta kartu BPJS dan berkas-berkas penunjang lainnya jika ingin proses administrasi dan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan berjalan lancar.

Jadi, jika bunda harus melahirkan dengan cara operasi caesar dan memiliki kartu BPJS Kesehatan yang aktif serta memenuhi syarat, maka biaya operasi pasti akan ditanggung.

Syarat Agar Biaya Operasi Sesar Ditanggung BPJS

Berikut ini adalah beberapa syarat agar biaya operasi ditanggung bpjs:

1. Dilakukan Atas Indikasi Medis

Tindakan operasi Caesar dilakukan terhadap pasien berdasar rekomendasi medis dari dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat 1. Dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi caesar pada penanganan persalinan bila memang dibutuhkan.

Indikasi medis yang mengharuskan tindakan ini bisa terjadi pada ibu seperti preeklamsia dengan ciri-ciri tekanan darah tinggi selama kehamilan. Ataupun terjadi pada bayi seperti posisi sungsang, gawat janin, plasenta previa, dan lain-lain.

2. Membawa Rujukan dari Dokter Faskes Tingkat 1

Peserta wajib membawa surat rujukan dari dokter yang merawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat I, baik dari Puskesmas atau klinik setempat. Surat rujukan akan diberikan oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan dan menemukan indikasi medis yang mengharuskan tindakan Caesar.

Sebab, dokter tersebut pasti sudah memahami kondisi pasien yang tidak mungkin melahirkan secara normal. Jadi, ketika permintaan operasi Caesar tersebut atas klaim pribadi tanpa rujukan dari dokter, maka BPJS Kesehatan tidak akan menanggung biaya tersebut.

3. Tidak Berlaku untuk Klaim Perorangan

BPJS Kesehatan tidak akan menanggung permintaan operasi Caesar yang didasari oleh klaim perorangan atau permintaan pribadi dari pasien. Dari sisi medis, operasi caesar hanya bisa dilakukan ketika pasien mendapat anjuran atau perintah demikian dari dokter di Faskes Tingkat I.

Jika pasien memaksa meminta rujukan, bisa jadi dokter di Faskes Tingkat I tetap akan memberikan surat rujukan. Namun harus diperhatikan di bagian diagnosis, dokter akan mencantumkan tiga huruf yaitu APS (Atas Pilihan Sendiri). Artinya, biaya operasi dibebankan kepada pasien.

4. Kartu BPJS Kesehatan Masih Aktif

Syarat menggunakan BPJS Kesehatan untuk operasi caesar adalah memiliki kartu BPJS Kesehatan yang masih aktif. Masa aktif kartu BPJS Kesehatan umumnya berhenti saat peserta memiliki tunggakan di iuran bulan sebelumnya.

Untuk mengaktifkannya kembali, pasien harus membayar semua tunggakan pada bulan-bulan sebelumnya disertai pembayaran denda. Setelahnya, peserta biasanya harus menunggu sekitar 30 hari ke depan agar kartu kembali aktif.

Jadi, penting bagi Anda untuk tetap rutin membayar iuran BPJS Kesehatan sebelum terlambat setiap bulannya. Hal ini untuk menjaga kartu BPJS Kesehatan tetap aktif dan bisa digunakan ketika keadaan mendesak.

5. Langsung ke IGD dalam Kondisi Darurat

Bila mengalami kondisi tertentu yang terbilang darurat, maka pasien boleh langsung menuju Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit. Misalnya saat terjadi ketuban pecah atau gawat janin yang mengharuskan tindakan dalam waktu cepat.

Pasien akan tetap ditangani sekalipun tanpa surat rujukan. BPJS pun akan tetap menanggung biaya selama kondisi darurat yang terjadi pada pasien bisa dipertanggungjawabkan.

Kondisi Medis yang Membutuhkan Operasi Caesar

Mungkin Anda memang merencanakan persalinan normal. Namun, dokter akan merekomendasikan operasi Caesar jika proses persalinan tidak seperti seharusnya, janin dalam posisi yang menyulitkan persalinan atau terlalu besar untuk persalinan normal, maupun adanya risiko kesehatan pada ibu dan anak.

perawatan luka operasi di rumah

Untuk Pemesanan silahkan hubungi WA 085726590228

atau klik tombol berikut ini