Amankah kb iud pasca operasi caesar ??

Amankah kb iud pasca operasi caesar ??

Kontrasepsi atau yang biasa disebut alat KB adalah metode atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Ada berbagai jenis kontrasepsi, masing-masing dengan manfaat dan kekurangannya masing-masing.

Beberapa diantaranya seperti pil KB, KB suntik, kondom, susuk, dan spiral (IUD). Sangat penting bagi bunda untuk mempelajari dan memahami jenis-jenis alat kontrasepsi sehingga akan memudahkan Bunda dalam memilih alat kontrasepsi mana yang akan Bunda gunakan.

Pada kesempatan kali ini, akan dibahas khusus mengenai alat kontrasepsi IUD atau Spiral.

Apa Itu IUD ?

IUD adalah singkatan dari intrauterine device. IUD adalah plastik berbentuk huruf T yang diletakkan di dalam rahim yang berguna untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur.

Ada dua jenis utama IUD:

  • IUD yang terbuat dari tembaga, seperti ParaGard, Jenis IUD yang paling banyak digunakan. IUD tembaga ini bisa digunakan hingga 10 tahun dan merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang sangat efektif.
  • IUD yang mengandung hormon, seperti Mirena, IUD hormonal tampaknya sedikit lebih efektif dalam mencegah kehamilan daripada IUD tembaga. Durasi penggunaan 3-5 tahun.

Kelebihan:

  • Tidak memerlukan perawatan rumit.
  • Tahan lama.

Kekurangan atau Efek Samping KB IUD:

Rasa nyeri

Sebagai perempuan, Bunda pasti pernah merasakan nyeri saat haid, bukan?

Nah, seperti itulah rasanya ketika pemasangan KB IUD.

Bunda akan mengalami nyeri punggung dan kram seperti nyeri haid yang terjadi dalam beberapa jam setelah pemasangannya.

Perforasi uterus

Perforasi artinya jebol atau bocor. Perforasi uterus terjadi pada 1 dari 1.000 perempuan.

Hal ini dapat terjadi ketika KB IUD terjebak di dalam atau menusuk rahim sehingga terjadi perforasi pada rahim.

Meskipun hal ini jarang terjadi, tetapi hampir selalu terjadi selama proses pemasangan. Jika efek ini sudah terjadi, maka KB IUD harus segera dilepas.

Spiral lepas

Sekitar 2 sampai 10 dari 100 KB IUD terlepas sendiri dan keluar melalui jalan lahir. Hal ini biasanya terjadi dalam beberapa bulan pertama penggunaan.

Terlepasnya spiral itu lebih mungkin ketika dipasang tepat setelah melahirkan, atau keluar ketika seorang perempuan sedang menstruasi.

Lepasnya spiral ini harus diketahui secepatnya, karena apabila telah terlepas maka tidak ada lagi perlindungan dalam mencegah kehamilan.

Radang panggul

Efek samping KB IUD yang satu ini tidak selalu muncul.

Risiko ini akan meningkat apabila pemasangan yang kurang memperhatikan higienitas (alat-alat yang steril) dan pada perempuan yang memiliki pasangan lebih dari satu karena berisiko tinggi terkena penyakit menular seksual.

Kista

Efek samping lain yang membahayakan adalah kista.

KB IUD jenis hormonal dapat menyebabkan tumor jinak atau non-kanker yang disebut kista ovarium.

Namun tenang saja, kista ini biasanya dapat hilang dengan sendirinya.

Efek hormonal

Khusus KB IUD jenis hormonal dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan efek samping pil KB, seperti nyeri payudara, perubahan suasana hati, sakit kepala, dan jerawat.

Efek samping ini jarang terjadi dan kalaupun terjadi biasanya hilang setelah beberapa bulan pertama.

Nah itulah ketujuh efek samping pemasangan KB IUD pasca persalinan.

Ingatlah bahwa efek dari KB IUD di atas jarang menimbulkan komplikasi yang serius, terlebih pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten.

Mengingat efek samping KB spiral yang tak begitu berarti, dibandingkan dengan keuntungannya yang lebih banyak maka penggunaannya masih dianjurkan hingga saat ini, apalagi jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya.

Gangguan mentruasi

KB IUD jenis tembaga diketahui dapat meningkatkan perdarahan menstruasi atau nyeri haid (dismenore).

Mama yang menggunakan KB IUD juga bisa mengalami bercak atau flek antara periode menstruasi.

Sedangkan bagi Mama yang menggunakan KB IUD jenis hormonal, maka bercak atau flek lebih sedikit terjadi.

Biaya mahal di awal

Untuk biaya KB IUD sendiri bisa berkisar mulai dari 500 ribu rupiah untuk kualitas yang bagus.

Baca Juga : Obat Agar Luka Operasi Cepat Kering

Amankah Memasang KB IUD Pasca Operasi Caesar?

Baiklah, sebelum melakukan pemasangan KB IUD, alangkah baiknya Bunda memastikan diri sedang dalam kondisi fit dan tidak hamil. Tidak sedang mengalami atau memiliki riwayat pendarahan atau infeksi akibat penyakit menular seksual.

Pemasangan IUD, sebaiknya lakukan di saat akhir masa menstruasi  agar lebih nyaman dan memudahkan proses pemasangan.

Pemasangan IUD juga bisa dilakukan langsung pascapersalinan. Bila bunda melahirkan dalam kondisi normal, IUD dapat dipasang 10 menit setelah keluarnya plasenta hingga 2 hari setelah persalinan atau jika lebih dari itu, bunda dapat menunggu terlebih dahulu hingga 6 minggu setelah persalinan.

Jarak waktu ini diperlukan untuk memulihkan kembali bentuk rahim yang telah mengalami kontraksi ke ukurannya yang semula.

Bagi bunda yang melahirkan dengan operasi caesar, pemasangan IUD bisa dilakukan setelah operasi. Beberapa dokter menyarankan seteah masa nifas 6 minggu.

Namun untuk lebih baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Hal serupa juga berlaku bagi bunda yang baru keguguran. Pemasangan KB Spiral sebaiknya dilakukan setelah operasi kuret selesai.

Bagi bunda yang menyusui, tak perlu khawatir akan kualitas dan produktivitas ASI. Kontrasepsi IUD sama sekali tidak mengganggu momen menyusui eksklusif Sahabat bersama buah hati tercinta.

Dari pembahasan diatas bisa ditarik kesimpulan, bahwa KB IUD itu aman bagi bunda pasca melahirkan caesar, asalkan pemasangan dilakukan oleh dokter atau bidan yang kompeten, jangan lupa kontrol secara berkala ketika terjadi keluhan, agar tidak terjadi sesuatu hal.

Sebagai bahan informasi tambahan, bagi Bunda yang telah melahirkan melalui proses operasi caesar, jangan khawatir kami menyediakan obat khusus untuk bunda yang dalam masa penyembuhan operasi caesar.

Untuk pemesanan bisa klik gambar dibawah ini:

kapsul ikan gabus di apotik,harga kapsul ikan gabus di aptoik, kapsul ikan gabus terbaik